4/23/2018

Seri Bharatayudha : Irawan Gugur (PART 01)

Gambar : Raden Irawan putra Raden Arjuna dengan Dewi Ulupi


Suatu hari di negeri Guwabarong, ada seorang raja berwajah denawa bernama Prabu Kalasrenggi sedang duduk diatas singgasana. Prabu Kalasrenggi adalah anak dari Dewi Jatagini dengan Prabu Jatagimbal, konon Prabu Kalasrenggi adalah anak hasil inses yang disebabkan oleh suatu insiden.
Prabu Kalasrenggi bersedih, sejak lama ia tidak pernah tahu siapa ayah kandungnya bahkan orang-orang disekitarnya tidak tahu siapa sebenarnya ayah dari sang prabu. Ia pun bertanya kepada Patih Hardawalika mengenai siapa sebenarnya ayah kandungnya.

Patih Hardawalika hanya bisa terdiam tidak bisa menjawab siapa sebenarnya orangtua lelaki yang telah menjadi ayahnya, bahkan tidak tahu menahu soal itu. Lalu, Patih Hardawalika menyarankan agar sang prabu Kalasrenggi menanyakan sendiri kepada ibundanya, Dewi Jatagini.
Sebal dengan jawaban sang patih, Prabu Kalasrenggi segera angkat kaki dari singgasana lantas kembali ke kedaton menemui ibudanya. Sampai di kedaton, dengan tatapan tajam penuh rasa penasaran Prabu Kalasrenggi mendesak untuk memberitahu siapa sebenarnya ayah kandungnya.

Mendengar pertanyaan itu, Dewi Jatagini langsung tertegun’ sejenak meneteskan air mata lantaran pertanyaan itu. Prabu Kalasrenggi heran, mengapa ibundanya menangis kala ditanyai siapa ayah kandung raja Guwabarong itu.
Berat dihati, itulah yang dirasakan Dewi Jatagini mengingat masa kelam itu, semua terjadi begitu cepat dan tanpa dirasa sama sekali lantaran terhanyut oleh nafsu birahi yang tiada terkendali.

Dewi Jatagini lantas bercerita mengenai nasib tragisnya dimasa lalu sehingga dirinya bisa memperoleh anak yang kini ada dihadapannya. Menurut penuturan Dewi Jatagini, waktu itu Prabu Jatagimbal (kakak kandung Dewi Jatagini) sedang mencoba untuk memperistri Dewi Kuntul Wilanten agar bisa memperoleh keturunan dari bangsa manusia. Prabu Jatagimbal akhirnya berkelana meninggalkan negeri Guwabarong guna mencari orang yang mau membantunya menemukan keberadaan Dewi Kuntul Wilanten.

Di tengah jalan, Prabu Jatagimbal bertemu dengan Arjuna yang kebetulan sedang duduk beristirahat. Prabu Jatagimbal pun meminta bantuan agar bisa dipertemukan dengan Dewi Kuntul Wilanten. Arjuna menyanggupi, kemudian dengan sihirnya’ Arjuna merubah wujud Prabu Jatagimbal menjadi ksatria tampan. Lalu, atas saran Arjuna” Prabu Jatagimbal disuruh mengaku sebagai Arjuna agar mudah bertemu dengan Dewi Kuntul Wilanten.



Prabu Jatagimbal berterima kasih karena Arjuna sudah merubah wujudnya menjadi manusia agar tidak membuat Dewi Kuntul Wilanten ketakutan, lalu beranjaklah Prabu Jatagimbal berwujud manusia mencari keberadaan Dewi Kuntul Wilanten. Konon, Prabu Jatagimbal berkelana sudah hampir 6 bulan lamanya karena bertekad tidak akan kembali ke negeri Guwabarong sebelum mempersunting Dewi Kuntul Wilanten.

Sementara itu di negeri Guwabarong, Patih Hardawalika khawatir dengan kepergian Prabu Jatagimbal yang sudah lama. Sang patih berniat keluar dari keraton mencari keberadaan Prabu Jatagimbal, namun rencana itu ditolak oleh Dewi Jatagini lantaran sang patih diberi amanat untuk menjaga negara selama sang prabu pergi.
Akhirnya Dewi Jatagini yang pergi meninggalkan negeri Guwabarong untuk mencari kakaknya itu, ditengah jalan Dewi Jatagini mulai kelelahan dan bersandar dibawah pohon beringin. Kemudian Dewi Jatagini tertidur lalu bermimpi menemui Arjuna’ dalam mimpinya itu Arjuna akan menikahi Dewi Jatagini agar memperoleh keturunan ksatria tampan.

Beberapa saat, Dewi Jatagini terbangun dari mimpinya dan kembali melanjutkan perjalanan. Namun, disepanjang perjalanan rupanya yang diingat Dewi Jatagini hanyalah mimpi kala bertemu Arjuna. Otomatis misi pencarian keberadaan Prabu Jatagimbal pun terlupa dan berfokus mencari Arjuna.
Ditengah perjalanan, Dewi Jatagini mulai kebingungan harus mencari bantuan agar bisa bertemu dengan Arjuna. 

Lalu, dipinggir sungai Dewi Jatagini bertemu dengan Dewi Kuntul Wilanten yang sedang terpaku melamun.
Sontak, kehadiran Dewi Jatagini membuat Dewi Kuntul Wilanten agak takut lantaran disangka lelembut mencari mangsa. Dewi Jatagini dengan ringkas menjelaskan bahwa dirinya bukan lelembut’ lalu bertanyalah Dewi Kuntul Wilanten apa maksud dari kedatangan Dewi Jatagini.

Dengan penuh kejujuran, Dewi Jatagini meminta bantuan agar bisa dipertemukan dengan Arjuna untuk diajak menerima cintanya. Tanpa pikir panjang Dewi Kuntul Wilanten mengabulkan permintaan Dewi Jatagini dengan merubah wanita berwajah buruk rupa itu menjadi wanita secantik bidadari.

Dewi Jatagini gembira bukan kepalang, ia merasa inilah syarat mutlak untuk mendapatkan cinta Arjuna. Lalu, berterima kasihlah Dewi Jatagini kepada Dewi Kuntul Wilanten karena sudah merubahnya menjadi cantik. Kemudian Dewi Jatagini pamit dari hadapan Dewi Kuntul Wilanten untuk melanjutkan usahanya mencari Arjuna.
Kisah pun berlanjut, Prabu Jatagimbal yang sudah berubah menjadi tampan masih berjalan menelusuri hutan mencari Dewi Kuntul Wilanten. Tidak disangka sang prabu bertemu dengan seorang wanita cantik, begitu pun dengan wanita itu yang merasa sudah berhasil menemukan seseorang yang selama ini ia cari.



Spontan saja, wanita itu mengaku bahwa dirinya adalah Dewi Kuntul Wilanten (sebenarnya Dewi Jatagini)’ mendengar jawaban sosok cantik didepannya, Prabu Jatagimbal langsung mengaku-ngaku bahwa dialah Arjuna.
Alangkah gembiranya hati kedua orang itu, lalu mereka berdua lantas memadu kasih ditengah hutan dari pagi hingga malam tiba. Tidak disangka malam sudah larut selama mereka berdua saling mengikat janji, tanpa sadar kedua makhluk yang sebenarnya masih kakak-adik itu mulai dicokoki nafsu birahi.

Maka terjadilah hubungan terlarang antara kakak-adik dalam penyamaran, proses hubungan terlarang itu dimulai saat Prabu Jatagimbal berwajah tampan menggerayangi Dewi Kuntul Wilanten palsu. Lalu, mulai bugil dan saling memainkan alat vital. Prabu Jatagimbal meremas payudara Dewi Kuntul Wilanten dengan penuh gairah. Dewi Kuntul Wilanten palsu mendesah sejadi-jadinya hingga orgasme. Dan saat yang dinanti pun tiba, Prabu Jatagimbal mulai melepas kain yang membungkus kejantanannya’ tanpa pikir panjang menancaplah kejantanan Prabu Jatagimbal yang panjang.

Namun, Dewi Kuntul Wilanten palsu heran saat melihat alat vital lawan mainnya’ bahkan Dewi Kuntul Wilanten palsu sempat berfikir bahwa alat vital sepanjang itu hanya dimiliki kaum denawa.
Apa daya, karena sudah diselimuti nafsu maka Dewi Kuntul Wilanten palsu hanya bisa menikmati serangan menyakitkan bercampur nikmat dari benda panjang itu. Singkat cerita mereka berdua sama-sama puas dan mencapai orgasme nikmat tanpa kendala. Dan tidak disangka-sangka keelokan pun terjadi, seusai berhubungan badan’ kedua sosok yang telanjang bulat itu kembali ke wujud aslinya. Mereka pun akhirnya kaget setengah mati melihat wajah yang mereka kenali selama ini.

Arjuna palsu kembali ke wujud aslinya sebagai Prabu Jatagimbal, begitupun Dewi Kuntul Wilanten palsu yang kembali ke wujud aslinya sebagai Dewi Jatagini’ kontan saja Dewi Jatagini menangis karena sudah dinodai oleh kakak kandungnya sendiri. Singkat cerita setelah kejadian itu, Prabu Jatagimbal berniat membunuh Arjuna karena sudah membuatnya mengalami kejadian memalukan itu.

Prabu Jatagimbal pergi mencari Arjuna untuk diminta pertanggungan jawab atas apa yang terjadi pada dirinya. Arjuna yang waktu itu baru saja memenangkan sayembara di negeri Selagahima akhirnya didatangi Prabu Jatagimbal agar mau menikahi Dewi Jatagini yang sudah terlanjur dinodai.

Arjuna sontak tidak mau karena merasa tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada makhluk denawa itu. Lalu, terjadilah pertarungan antara Arjuna melawan Prabu Jatagimbal yang dimenangkan oleh Arjuna.
Prabu Jatagimbal sendiri tewas dibunuh oleh Arjuna, lalu ketika sudah selesai pertarungan itu maka datanglah Dewi Jatagini menyusul. Dewi Jatagini semakin bersedih karena penderitaan belum berakhir. Setelah dinodai kakak kandung sendiri’ kini kakak kandungnya justru dibunuh oleh Arjuna.



Dewi Jatagini bersumpah bahwa kelak anak yang dikandungnya akan membalas dendam kepada Arjuna. Lalu, seusai peristiwa na’as itu Dewi Jatagini pulang ke negeri Guwabarong dan melahirkan seorang anak yang bernama Kalasrenggi.
Itulah asal-usul dari Prabu Kalasrenggi yang bermula dari usaha Prabu Jatagimbal mencari Dewi Kuntul Wilanten untuk dipersunting, seusai menceritakan kisah menyedihkan itu Dewi Jatagini masih meneteskan air mata yang membasahi pipinya. 

Raut wajah Prabu Kalasrenggi berubah setelah mengetahui semua itu, ia bertekad membalas dendam kepada Arjuna yang sudah membuat ibudanya ternoda.
Dewi Jatagini berpesan agar jangan berani-berani mencari Arjuna, karena Arjuna sangat sakti dan tidak ada tandingannya. Padahal Dewi Jatagini sudah bersumpah bahwa Prabu Kalasrenggi akan membalas perbuatan Arjuna terhadap ibunya. Tapi apa boleh buat, Dewi Jatagini merestui apa yang akan dilakukan Prabu Kalasrenggi demi membalas kematian ayahandanya yang tidak lain adalah kakak ibunya sendiri.

Pergilah Prabu Kalasrenggi meninggalkan negeri Guwabarong, lalu ditengah balairung ia bertemu dengan Patih Hardawalika. Prabu Kalasrenggi memerintahkan sang patih untuk menyiapkan pasukan untuk menangkap Arjuna agar mau bertanggung jawab atas masa lalu kelam yang pernah dialami Dewi Jatagini.
Patih Hardawalika segera menuruti perintah, maka berangkatlah pasukan negeri Guwabarong keluar dari pintu gerbang mengiringi kepergian Prabu Kalasrenggi mencari Arjuna untuk dihabisi.

Cerita berganti, kali ini berpindah dari negeri Guwabarong ke sebuah tempat bernama Pertapaan Yasarata. Pertapaan Yasarata adalah sebuah padepokan yang kecil tapi nyaman untuk ditinggali. Disana terlihat seorang pria tua renta bergelar brahmana yang bernama Begawan Jayawilapa. Pada hari itu, Begawan Jayawilapa sedang duduk berhadapan dengan dua orang’ yakni Dewi Ulupi, anak perempuannya dan Irawan, cucu laki-lakinya.

Pada hari itu mereka bertiga sedang membicarakan kondisi negeri Wirata yang akan berperang melawan negeri Hastina, Dewi Ulupi begitu khawatir dengan suaminya, Arjuna. Begitupun dengan Irawan yang sebagai anak merasa ikut bertanggung jawab atas keselamatan ayahnya. 

Dewi Ulupi mulai berniat ingin meninggalkan pertapaan untuk menghadap ke negeri Wirata karena takut dengan nasib Arjuna.
Begawan Jayawilapa lantas melarang Dewi Ulupi pergi ke negeri Wirata, karena keadaan semakin krusial. Namun, tekad Dewi Ulupi menemui Arjuna begitu kuat lantaran ikatan bathinnya begitu erat. Dan akhirnya Begawan Jayawilapa menyetujui keinginan Dewi Ulupi untuk pergi ke negeri Wirata tapi dengan syarat harus ditemani Irawan agar tidak terjadi apa pun ditengah perjalanan.


Lalu, berangkatlah Dewi Ulupi sambil ditemani Irawan sebagai kusir dengan mengendarai kereta yang ditarik kuda. Singkat cerita, Dewi Ulupi sampai ke negeri Wirata dan berhasil menemui Arjuna. Sampai di negeri Wirata, Dewi Ulupi berbincang dengan Arjuna untuk melepas rindu’ sementara itu Irawan diperintahkan oleh Arjuna untuk ikut berlatih karena
sebentar lagi akan berlangsung perang Bharatayudha.

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar