10/12/2017

Seri Bharatayudha : Kresna Duta (Part 10/END)

Gambar : Raden Antasena

Setelah berhasil  mengalahkan Batari Durga, Batara Kala dan Prabu Dewasrani’ Antasena dan Wisanggeni berniat membinasakan Pandumeya dan Jarameya yang merupakan mata-mata dari Kahyangan Setra Ganda Mayit.
Berbekal senjata Gada Emas, Antasena dan Wisanggeni mencoba mencari keberadaan Pandumeya dan Jarameya agar tidak lolos. Rupanya Pandumeya dan Jarameya sedang bersembunyi di dalam gua yang gelap sekali.
Meskipun bersembunyi, Antasena berhasil menemukan keberadaan keduanya yang berada didalam sana. Dengan jurus yang membuat seisi gua bergetar, Antasena mencoba memancing kedua raksasa bajang yang melarikan diri itu. Namun, mereka berhasil kabur karena kesaktian mereka yang luar biasa. Antasena sebal karena gagal membinasakan mereka, Wisanggeni kemudian mendapat ide bagaimana caranya agar Pandumeya dan Jarameya tertangkap.

Lalu, Wisanggeni datang ke Kahyangan Setra Ganda Mayit mendahului Pandumeya dan Jarameya’ ketika sampai disana Wisanggeni menemukan 2 buah kalung jimat penyegel yang terletak di sudut gua. Wisanggeni menduga jimat penyegel ini sebagai sumber kesialan Pandumeya dan Jarameya.
Lalu, Wisanggeni bersembunyi dengan mengkasatkan wujudnya agar tidak terlihat’ tak lama Pandumeya dan Jarameya kembali ke Kahyangan Setra Ganda Mayit. Mereka berdua merasa sudah tidak punya haluan untuk mengabdi, karena sesembahan mereka sudah tewas dibunuh Antasena dan Wisanggeni. Karena lengah, Pandumeya dan Jarameya berhasil ditangkap Wisanggeni yang sendari tadi mengkasatkan wujudnya.

Pandumeya meminta ampunan dari Wisanggeni, tetapi putra Arjuna tersebut tidak tinggal diam’ akhirnya jimat penyegel itu dikalungkan ke leher Pandumeya. Seketika tubuh Pandumeya mengeluarkan asap dan lantas terbakar mengeluarkan api. Maka tewaslah Pandumeya karena terkena daya dari kalung jimat yang dikalungkan Wisanggeni. Jarameya juga mengalami hal serupa, ia turut tewas setelah lehernya dikalungkan jimat penyegel. Seusai menyelesaikan tugasnya, Wisanggeni mengeluarkan seluruh api dari tubuhnya untuk membakar seluruh isi Kahyangan Setra Ganda Mayit menjadi abu.

Setelah api keluar dari tubuhnya, Wisanggeni segera pergi dari tempat itu sehingga membiarkannya terbakar tanpa sisa. Maka berakhirlah sudah riwayat Kahyangan Setra Ganda Mayit karena sudah dibinasakan oleh Wisanggeni.

Antasena kembali berkumpul dengan Wisanggeni setelah tugasnya selesai, mereka memutuskan kembali menemui Sang Hyang Wenang. Saat bertemu Sang Hyang Wenang, Antasena melapor bahwa tugasnya menyingkirkan gangguan dari Batari Durga dan antek-anteknya sudah selesai.

Sang Hyang Wenang bangga dengan kinerja kedua ksatria itu, kemudian mereka berdua menanyakan bolehkah mereka menemui para Pandawa Lima untuk bergabung menjadi punggawa di Kerajaan Wirata. Tetapi, Sang Hyang Wenang tidak mengizinkan Antasena dan Wisanggeni menemui orangtua mereka karena jika Antasena dan Wisanggeni ketahuan membinasakan seluruh penghuni Kahyangan Setra Ganda Mayit, maka mereka berdua akan berurusan dengan Batara Guru karena selama ini dewa yang paling berkuasa itu cenderung lebih sering dipengaruhi orang-orang Kahyangan Setra Ganda Mayit.

Mereka kemudian diberi peraturan bahwa Antasena dan Wisanggeni tidak boleh ikut Bharatayudha, karena  dianggap mengotori isi Kitab Jitapsara yang sudah ditulis ratusan tahun yang lalu. Akhirnya mereka memilih jalan untuk menjadi tumbal perang demi kemenangan orangtua mereka.
Mendengar keputusan itu, Sang Hyang Wenang segera mengeluarkan sihirnya untuk menghilangkan raga Antasena dan Wisanggeni. Muncul cahaya dari tubuh Sang Hyang Wenang mengenai tubuh Antasena dan Wisanggeni, tanpa diduga jiwa dan raga mereka hilang seketika.

Maka berakhirlah hidup Wisanggeni dan Antasena setelah menyelesaikan tugasnya menghancurkan semua bahaya yang hendak mengancam para Pandawa Lima. Kali ini tinggal menunggu cerita setelah kejadian tadi. Kira-kira apa yang akan terjadi ketika semua pihak dari Pandawa Lima maupun Kurawa Seratus sudah berkumpul di Padang Gurung Kurukasetra ?

(TAMAT)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar