9/08/2015

Seri Bharatayudha : Kresna Duta (PART 6)

 Gambar : Raden Werkudara

Para Pandawa mulai berencana merekrut negara-negara yang akan dijadikan sekutunya, pertama-tama mereka mengajak negara Wirata menjadi anggota terlebih dahulu. Karena memang sejak dahulu, Kerajaan Wirata dikenal sebagai kerajaan yang prajuritnya tangguh-tangguh dan mumpuni.

Pengalaman berperang selama puluhan tahun membuat para Pandawa mempercayakan semua kepada negeri yang dimana dahulu mereka berlima pernah bersembunyi selama 1 tahun. Sebagai pemimpin batalyonnya, terpilih 3 pangeran kerajaan Wirata yang menjadi pimpinan barisan.

Mereka adalah Seta, Utara dan Wratsangka' 3 pangeran Wirata tersebut dikenal sebagai jago diatas jago karena kesaktiannya yang tak bisa dikalahkan. Prabu Matswapati sangat berharap ketiga putranya mampu memenangkan perang dan mengembalikan kejayaan.

Setelah itu, para Pandawa menunjuk Kerajaan Panchala sebagai sekutu kedua' negeri yang dipimpin oleh Prabu Drupada ini mendapat kehormatan mendukung para Pandawa dengan sepenuh jiwa dan kekuatan raganya. Terlebih, negeri Panchala memiliki 2 orang ksatria andalan yang cerdik dan tidak kenal takut menghadapi tantangan' Trustajumena adalah pangeran yang menjadi panglima pasukan utama.

Sedangkan Srikandi adalah putri sekaligus istri selir Arjuna yang menjadi ketua pasukan wanita dan pasukan cadangan dari negara-negara sekutu. Rupanya ada yang kurang, kali ini para Pandawa ingin mengajak beberapa negara yang dahulu pernah datang dalam acara sesaji rajasuya.

Diantaranya kerajaan Magadha, Lesanpura, Chedi, Ayodya, Mahespati, Pancuran Manik, Gilingwesi, Nishada dan masih banyak lagi. Tetapi, jumlah prajuritnya rupanya masih kalah dengan jumlah sekutu yang dikumpulkan oleh pihak Hastinapura.

Prabu Duryudana malah mulai memprediksi negeri Hastina akan memenangkan pertempuran, karena negeri itu diperkuat 3 murid Begawan Ramabargawa. Mereka adalah Resi Bhisma, Resi Durna dan Adipati Karna' sekutunya pun bermacam-macam' ada sekutu dari negara Mandaraka, Himaimantaka, Plasajenar, Mandura, Sengkapura, Jong Parang, Banakeling, Tempuru, Turilaya, Trajutrisna dan sebagian negara-negara persemakmuran lainnya.

Ini membuktikan bahwa Hastina memang unggul dari segi jumlah sekutu dan bala pasukannya, tetapi apakah Hastina mampu mempertahankan daerah jajahannya yang dahulu pernah dicaplok setelah peristiwa pembuangan para Pandawa ?

Cerita berganti, kali ini berpindah ke Kahyangan Setra Gandamayit' Bathari Durga dan Prabu Dewasrani berencana untuk membinasakan para Pandawa sebelum Bharatayudha terjadi' mereka berniat agar para Kurawa dan negeri Hastina bisa memenangkan perang.

Namun, menurut Bathari Durga' untuk membinasakan para Pandawa' ia ingin mengutus salah satu putranya yang bernama Dewasrani untuk melancarkan serangan mendadak ke negeri Wirata dimana para Pandawa sedang merencanakan strategi bertempur.

Prabu Dewasrani setuju dengan usulan sang Ibu, Tak lama kemudian, seluruh denawa datang menemui Batari Durga bahwa semua persiapan untuk menghadapi pertempuran menyerbu kerajaan Wirata sudah lengkap.

Karena sudah waktunya para Pandawa dimusnahkan akibat keberhasilan mereka yang dulu pernah menggagalkan rencana Bathari Durga menikahkan Dewasrani dengan Bathari Dresanala' ini merupakan wujud balas dendam yang telah lama direncanakan.

Mengingat waktunya tiba, maka semua lelembut dan setan-setan penghuni Kahyangan Setra Gandamayit siap siaga menyerang negeri Wirata. Mereka bersiap saat malam hari, karena pada malam hari para lelembut cenderung agresif dalam beraktifitas.

Dan bagaimanakah rencana Bathari Durga dalam memusnahkan para Pandawa Lima sebelum Bharatayudha terlaksana ?

Lantas, Siapa yang mampu menghalangi niat jahat tersebut ?

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar