7/04/2013

Ronaldihno : Sang Legenda Sepakbola Brazil (PART 2)

Foto : Ronaldinho saat membela FC Barcelona di musim 2004-2005

Sebelum menjuarai UEFA CHAMPIONS LEAGUE di musim 2005-2006, Ronaldinho sempat dipanggil timnas Brazil guna mengikuti turnamen pra Piala Dunia 2006, yakni Piala Konfederasi 2005 di Jerman.
Bersama timnas Brazil, ia membuat kejutan dan berhasil meraih gelar di Piala Konfederasi 2005 sekaligus sebagai pemain terbaik di kejuaraan tersebut.

Beberapa bulan kemudian, Ronaldinho didaulat sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA pada tahun 2005, karena ia memang memiliki prestasi di level club maupun internasional bersama Brazil. Dalam perjalanan kariernya bersama FC Barcelona, si tonggos sering dijadikan Kapten tim oleh Pelatih Frank Rijkaard setelah rekan satu klubnya, Rafael Marquez dari Mexico memutuskan untuk pensiun dari dunia sepakbola.

Karir sang legenda berlanjut hingga ia bertemu dengan Leonel Messi, bahkan pelatih Frank Rijkaard pernah menduetkan Leonel Messi dengan Ronaldinho di pertandingan EL CLASICO melawan Real Madrid.
Bahkan si tonggos ini sempat menjadi sasaran empuk para pemain Real Madrid ketika popularitasnya menurun dan tidak bagus lagi. Terlebih ketika Leonel Messi menjadi bintang baru di FC Barcelona, Ronaldinho sering duduk di bangku cadangan. Keadaan sulit ini membuatnya tidak betah dan ingin segera mengakhiri kontrak kerjanya bersama FC Barcelona di zaman kepelatihan Pep Guardiola.

Terlebih ia cenderung tidak suka dengan pelatih baru klubnya saat itu, karena ia lebih suka dilatih Frank Rijkaard dari pada dilatih Mantan Gelandang Tengah FC Barcelona dimasa lampau itu.

Lantas di musim 2008-2009, Ronaldinho memilih AC Milan sebagai pelabuhan selanjutnya' kali ini ia mencoba bermain di Italia seperti halnya rekan satu negaranya' Ricardo Kaka.
Namun, seiring faktor usia yang menjadi kendala' ia hanya mampu mempersembahkan gelar Liga Italia Serie A untuk tim barunya tersebut. Terlebih ketika Zlatan Ibrahimovic menggeser posisinya di squad utama, ia merasa frustasi dan seolah tiada harapan lagi untuk bersaing di kancah persepakbolaan eropa.

Lalu di musim 2011-2012 setelah dibekap cidera yang cukup parah, Ronaldinho terpaksa harus pulang kampung ke Brazil. Dimana ia kemudian bergabung denga CR Flamengo, salah satu kontestan Liga Brazil yang merupakan rival abadi Gremio Porto Alegre. Di musim yang krusial tersebut, Ronaldinho merasa ia sudah tidak puas lagi karena di Brazil tidak ada pemain tua yang berlaga.

Tak disangka ia bertemu dengan kawan lamanya, Ronaldo De Lima yang kala itu bergabung dengan Corinthians. Dalam pertandingan itu, Ronaldinho merasa bahwa tak hanya dirinya saja yang karir sepakbolanya anjlok, melainkan ia senasib dengan Mantan Pahlawan Piala Dunia 2002 silam.

Setelah membela CR Flamengo, saat ini Ronaldinho membela Atletico Mineiro yang berupakan tim yang saat ini ia bela. Walaupun tim barunya ini sering kalah melawan Sao Paulo FC, Palmeiras, CR Flamengo atau Santos FC, tetapi ini merupakan jalan terbaik yang harus ia tempuh supaya ia tidak menganggur atau sebagai pemain berstatus Free Agent.

(TAMAT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar