2/25/2013

Hikayat Wangsa Yadu : Pengabdian Sumantri (PART 3)

Di singgasana Kerajaan Widharba, Prabu Citragada duduk dihadapan para peserta yang hendak mengikuti pertandingan beladiri dalam memperebutkan Dewi Citrawati, anaknya. Diantara para peserta jumlahnya ribuan bahkan jutaan orang yang berasal dari berbagai kasta dan penjuru dunia.

Salah satu raja yang mengikuti pertandingan itu adalah raja negeri Pandansurat yang bernama Prabu Sasrahadimurti. Raja dari negeri seberang tersebut memang tergolong raja yang sangat sakti, Prabu Citragada sangat kagum terhadap kesaktian Prabu Sasrahadimurti. Dalam pertandingan beladiri tersebut, banyak peserta yang kalah dan terbunuh, karena sangat saktinya ilmu kanuragan yang dimiliki oleh Prabu Sasrahadimurti. Dihadapan Prabu Citragada, raja negeri Pandansurat itu menyombongkan diri dan berani berkata bahwa semua peserta yang mengikuti pertandingan beladiri di Kerajaan Widharba memang bukan tandingannya.

Suatu ketika, Sumantri dan Patih Kartanadi beserta Tumenggung Bahureksa baru saja tiba dari Mahespati guna mendaftarkan diri sebagai peserta. Setelah mendaftar, Sumantri memasuki arena dan melakukan apa yang harus ia lakukan. Sedangkan Patih Kartanadi dan Tumenggung Bahureksa hanya sekedar menonton saja dari tribun penonton. Dari kejauhan, Prabu Citragada menyaksikan ulah yuda Sumantri dengan seksama dan penuh perhitungan. Dalam pertarungan itu Sumantri menghadapi berbagai macam petarung dengan gaya yang berbeda-beda dan berkarakter.

Ada yang menggunakan tangan kosong, ada yang memakai baju zirah, ada yang memegang pedang dan tameng, ada yang memakai busur beserta anak-anak panahnya dan ada juga yang menggunakan senjata-senjata biasa seperti Gada atau Tongkat. Bagaimanapun juga Sumantri tetap unggul dalam pertarungan selama beberapa jam. Banyak petarung-petarung yang kalah oleh kesaktian dan ilmu kanuragan Sumantri.

Sampai akhirnya Sumantri harus berhadapan dengan Prabu Sasrahadimurti yang tadi habis mengalahkan lawan-lawannya sebelum kehadiran Sumantri. Dalam pertarungan itu Sumantri harus bisa mengalahkan raja dari Pandansurat tersebut. Kalau tidak, maka ia gagal dalam melaksanakan tugasnya sebagai duta dari Mahespati dalam mewakili Prabu Arjuna Sasrabahu.

Adu fisik pun tak terhindarkan dan pertarungan berjalan sangat sengit sekali, hampir diantara kedua peserta tidak ada yang mau mengalah. Rupanya Prabu Sasrahadimuri bertarung dengan cara yang sangat beringas, apa lagi pertarungan ini begitu banyak orang yang senang menyaksikannya.

Dan inilah satu-satunya adu fisik paling akbar dalam sejarah pertarungan beladiri yang diikuti ratusan hingga jutaan orang dari seluruh penjuru dunia' untuk memperebutkan Dewi Citrawati.

(BERSAMBUNG)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar