2/13/2013

Hikayat Wangsa Yadu : Pengabdian Sumantri (PART 2)

Sumantri lantas duduk di kursi yang berada di Bangsal Pertemuan, dalam sekejap' muncullah Prabu Arjuna Sasrabahu beserta Patih Kartanadi. Maka di mulailah perbincangan antara Sumantri dengan dua pembesar Mahespati tersebut. Dalam perbincangan itu, Sumantri ingin melamar pekerjaan sebagai punggawa Mahespati yang siap ditempatkan di posisi manapun.

Kebetulan, Sang Prabu juga sedang membutuhkan seorang duta untuk mewakilinya dalam pertandingan beladiri antar negara yang memperebutkan seorang putri yang bernama Dewi Citrawati, sekar kedhaton Kerajaan Widharba yang cantik dan mempesona. Namun, Sang Prabu masih ragu dengan kemampuan Sumantri yang menurutnya belum berpengalaman.

Sumantri dengan lembut tutur katanya segera mengatakan bahwa ia siap menghadapi situasi sesulit apapun dan siap mewakili Prabu Arjuna Sasrabahu dalam menjalani pertandingan beladiri antar negara yang mewakili Mahespati. Tetapi sebelum berangkat menuju Widharba, Sumantri di tes ilmu kanuragannya dengan menghadapi Patih Kartanadi. Kesaktian Sumantri diadu dengan kesaktian Patih Kartanadi, dalam pertarungan itu Sumantri harus berhadapan dengan orang yang sudah berpengalaman seperti Patih Kartanadi. Pertarungan berlangsung sengit, Sumantri menggunakan ilmu Seribu Bayangan, sedangkan Patih Kartanadi menggunakan ilmu Gelombang Pemecah yang melesat dari kedua telapak tangannya.

Sumantri kewalahan, ilmu Seribu Bayangan miliknya dapat dikalahkan dengan ilmu Gelombang Pemecah sehingga jumlah bayangannya habis ludes dihancurkan oleh Patih Kartanadi. Sumantri dengan cerdik melakukan tendangan dari atas, namun Patih Kartanadi menghindar dengan segera memegang kaki Sumantri lalu diputar-putar sehingga Sumantri terpelanting dan jatuh di hadapan Prabu Arjuna Sasrabahu. Dengan cepat Sumantri pun bangun dan melanjutkan pertarungannya melawan Patih Kartanadi. Luar biasanya, Sumantri melakukan serangan balasan dengan ilmu Gejug Bumi sehingga lawan yang ada dihadapannya langsung terpental dan menabrak pohon.

Prabu Arjuna Sasrabahu segera menghentikan pertarungan antara mereka berdua, kemudian kesaktian Sumantri pun diakui hebatnya oleh Sang Prabu. Begitupun Patih Kartanadi yang menganggap bahwa anak muda yang satu ini benar-benar pilih tanding. Lalu Sumantri pun segera pamit kepada Sang Prabu untuk berangkat menuju Kerajaan Widarbha guna mengikuti ajang beladiri untuk memperebutkan Dewi Citrawati.

Sumantri pun pergi menuju Widharba dengan ditemani oleh Tumenggung Bahureksa dan Patih Kartanadi yang mengiringinya. Lalu, mengapa Prabu Arjuna Sasrabahu mengutus Sumantri yang pergi mengikuti pertandingan beladiri ?

Karena Prabu Arjuna Sasrabahu tidak mau menumpahkan darah di negeri orang, cuma karena mengikuti pertandingan beladiri saja. Jika saja Sang Prabu mengikuti pertarungan itu, maka ia telah melakukan hal yang bertentangan dengan hati nuraninya yang lebih menginginkan kedamaian dunia.

(BERSAMBUNG)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar