1/23/2013

Hikayat Wangsa Yadu : Pengabdian Sumantri (PART 1)

Selepas menuntut ilmu di pertapaan, Sumantri segera meminta restu sang ayah untuk segera pergi ke Mahespati. Tujuannya tidak lain adalah mengabdi kepada Prabu Arjuna Sasrabahu, karena itu adalah keinginannya sejak kecil.

Apalagi ditambah dukungan sang ayah, Begawan Suwandageni' menjadikan impian itu akan menjadi kenyataan. Namun, bagi sang adik' itu merupakan perpisahan yang tidak dikehendakinya. Ialah Sukasrana, adik kandung Sumantri yang berwajah Raksasa bertubuh kerdil. Sukasrana tidak mau kakaknya pergi meninggalkannya, karena ia takut, suatu hari nanti kakanya itu akan lupa jika sudah tentram hidup di Mahespati sebagai pengikut Prabu Arjuna Sasrabahu.

Tetapi, sebelum kepergiannya' Sumantri berjanji tak akan melupakan adik yang sangat ia sayangi meskipun wajah sang adik tak setapman dirinya. Lantas hengkanglah Sumantri dari pertapaan menuju ibukota Mahespati untuk mengabdikan diri sebagai punggawa kerajaan.

Di tengah jalan, Sumantri dalam pengembaraanya bertemu dengan salah satu orang dalam Mahespati yang merangkap sebagai Patih. Dia adalah Kartanadi, seorang ksatria yang usianya beda 5 tahun dari Sumantri, kebetulan Sumantri tidak tahu dimana lokasi keraton Mahespati, akhirnya Kartanadi bersedia memberitahu jalan menuju Keraton Mahespati.

Sesampainya di Mahespati, Sumantri melihat banyaknya prajurit yang sedang sibuk berjaga-jaga, berkumpul bersama, berlatih perang dan melayani keperluan masyarakat di sekitar Ibukota Mahespati. Sumantri benar-benar kagum dengan kepedulian para prajurit Mahespati yang tak segan memberi pertolongan disaat sedang genting maupun biasa saja.

Segera Sumantri masuk ke dalam Keraton didampingi Kartanadi, lagi-lagi Sumantri mengemukakan rasa kagumnya pada Keraton Mahespati yang alangkah indahnya. Lantainya terbuat dari perak, tiangnya terbuat dari perunggu dan singgasana sang raja pun terbuat dari emas. Lalu Kartanadi mempersilahkan Sumantri untuk menunggu di Halaman, karena ia akan melapor Prabu Arjuna Sasrabahu yang sedang berkumpul bersama para menteri dan senapati di balairung.

Dengan sabar Sumantri menanti kehadiran Sang Prabu, sementara itu seusai rapat harian di balairung' Kartanadi melapor bahwa ada tamu yang ingin bertemu dengan Prabu Arjuna Sasrabahu, dengan kata halus nan lembut, ia pun segera mengatakan bahwa tamu yang akan menghadap itu disuruh duduk di bangsal pertemuan.

(BERSAMBUNG)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar